Kamis ( 19/05 ) Selama puluhan tahun, daerah persiapan pemekaran Desa di Aeng Jambu, Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean), Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak mendapat program pembangunan jalan.
Desa Aeng Jambu ini merupakan Desa persiapan pemekaran dari Desa Kolo-Kolo, Arjasa (Pulau Kangean).
Akibatnya, warga setempat kesulitan melintas di jalan yang masih dalam kondisi tanah dan bebatuan. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan utama masyarakat Aeng Jambu dalam beraktivitas.
\"Hingga sekarang jalan di daerah persiapan pemekaran di Desa Aeng Jambu, belum ada pembangunan jalan.
Meski masih berinduk ke Desa Kolo-Kolo, tapi bantuan jalan tidak masuk ke Desa ini (persiapan pemekaran desa di Aeng Jambu, Red),\"kata Liahmad, Tokoh masyarakat persiapan pemekaran Desa di Aeng Jambu, Arjasa (Pulau Kangean), Sumenep, Kamis (19/05).
Ia menduga, tidak adanya bantuan pembangunan jalan, gara-gara Desanya mau berpisah dengan Desa Kolo-Kolo.
\"Ketika musim hujan jalanan menjadi becek, sehingga sulit dilalui\"tandasnya.
Untuk mengatasi hal itu, lanjut Liahmad, pihaknya bersama warga bergotong royong memperbaiki jalan memakai alat seadanya.
\"Setiap tahun gotong royong memperbaiki jalan yang rusak, dengan meratakan tanah dan bebatuan menggunakan cangkul serta alat seadanya untuk menyingkirkan berbagai rumput liar yang menutupi jalan,\" ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, memperhatikan kondisi jalan, dan segera melakukan pengaspalan, agar jalan bisa dilalui kendaaraan, baik di musim kemarau dan penghujan.
\"Paling parah itu ketika musim hujan, warga terpaksa jalan kaki melintasi jalan utama di Aeng Jambu ini,\"pungkasnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar